Mencari Koperasi Tanpa Koperasi, Hal Yang Menggunakan Sistem Koperasi di Sekitar Kita Tanpa Kita Sadari

Koperasi – Apa yang anda bayangkan jika kita mendengar kata koperasi? Mungkin akan terbayang koprasi simpan pinjam, koprasi unit desa, sisa hasil usaha, asas kekeluargaan, serta Bung Hatta sebagai Bapak Koprasi Indonesia. Koprasi sudah sangat dikenal di Indonesia sebagai salah satu pilar ekonomi Indonesia atau soko guru perekonomian rakyat. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 juga menyertakan definisi koprasi sebagai sebuah badan usaha.

koperasi

Koperasi di Indonesia

Sebagai badan usaha, tentu saja ada salah satu tujuan koprasi untuk melakukan kegiatan usaha guna meraih keuntungan. Menilik dari badan usaha lainnya seperti Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan Komanditer (CV), dan Usaha Dagang (UD), koprasi jauh dari kata mudah untuk dibentuk. Mengacu pada PP No. 4 Tahun 1994, harus ada minimal 20 orang untuk mendirikan koprasi. Cukup banyak bukan? Padahal melihat pada impian Bung Hatta, konsep koprasi itu seperti gotong royong namun dalam konteks mencapai kesejahteraan.

Untuk itu, dalam koprasi sangat dihalalkan melabeli seseorang dengan sebutan anggota. Anggota koprasi harus mendapatkan manfaat ketika bergabung dalam koprasi tersebut. Salah satu manfaat paling tersohor dari anggota koprasi, sering kita ucap dengan SHU. Banyak manfaat lainnya jika koprasi bersifat fungsional. Misal koprasi mahasiswa, yang tentu saja jadi pengelola koprasi harus dari mahasiswa.

Baca Juga : RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPRASI INDONESIA

Kopersi mahasiswa dapat memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk mengelola sebuah badan usaha. Ya, di atas mungkin sebagian sistem koprasi yang memberi manfaat untuk anggotanya. Tahukah anda? Tanpa kita sadari, banyak hal di sekitar kita sistem-sistem koprasi yang bermanfaat untuk masyarakat?

Tanpa kita sadari, ternyata di sekitar kita banyak bertebaran sistem koperasi, namun tanpa embel-embel badan usaha koperasi.

Lihatlah arisan. Tanpa kita sadari, arisan merupakan sistem koprasi di mana kita berusaha menggapai kesejahteraan secara bersama-sama. Bila diamati lebih seksama, arisan seperti urunan tanpa bunga. Arisan sendiri telah hidup bertahun-tahun di segala kalangan kelas masyarakat, dari kalangan bawah hingga atas.

Ada lagi ketika kita ke minimarket yang bertebaran di mana-mana hingga pelosok desa. Ada yang namanya sistem member keanggotaan dengan dibuatnya kartu. Kartu tersebut jika digunakan, akan memberi manfaat diskon berbelanja. Sistem manfaat keanggotaan lebih dulu berkembang di koprasi. Saat ini, sistem ini hampir ditiru oleh hypermarket hingga minimarket di Indonesia. Sangat menarik bukan melihat kenyataan itu? Masih banyak sekali jejak-jejak dari sistem koprasi tanpa badan usaha koprasi di masyarakat. Koprasi itu dapat kita lihat masuk menjadi budaya Indonesia, bukan lagi sekedar badan usaha.

Baca Juga : 6 LANGKAH MEMULAI USAHA MODAL KECIL

Download Software Pendidikan, Kesehatan, dan Koperasi Gratis Klik Disini !!